English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sabtu, 10 Oktober 2009

Dzikir setelah shalat merupakan perbuatan sunnah



DZIKIR SETELAH SHALAT

Dari Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz kepada seluruh orang melihat tulisan
ini dari kalangan kaum muslimin
"Merupakan dari perbuatan sunnah, seorang muslim mengucapkan setelah setiap
shalat fardu membaca ASTAGHFIRULLAH tiga kali, kemudian dilanjutkan dengan
"ALLAHUMMA ANTAS SALAAM WA MINKAS SALAAM TABAARAKTA YAA DZAL JALAALI WAL
IKRAAM"(=Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Sejahtera, dari Mulah kesejahteraan,
Maha Suci Engkau wahai Rabb Yang Maha Agung dan Maha Mulia) [1]


"LAA ILAAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAHU, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU
WAHUWA 'ALAA KULLI SYAI-IN QADIIR, LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAH, LAA
ILAAHA ILLALLAHU, LAA NA'BUDU ILLA IYYAHU, LAHUN NI'MATU WALAHUL FADHLU
WALAHUTS TSANAA-UL HASAN, LAA ILAAHA ILLALLAHU, MUKHLISHIINA LAHUDDINA WALAU
KARIHAL KAAFIRUUN, ALLAHUMMA LAA MAA NI'A LIMAA A'THOITA, WA LAA MU'TIYA
LIMAA MANA'TA, WALAA YANFA'  DZAL JADDI MINKAL JADDU"(=Tiada sesembahan yang
hak melainkan Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. MilikNyalah
ke-rajaan dan pujian, sedang Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada
daya dan kekuatan kecuali (dgn pertolongan) Allah, Tiada sesembahan yang hak
melainkan Allah, kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya, bagi-Nya nikmat
dan bagi-Nya anugerah dan pujaan yang baik Ya Allah tidak ada yang mampu
mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang mampu memberi apa yang
Engkau cegah. Dan tidaklah berguna kekuasaan seseorang dari ancaman siksaMu)
[2]

Khusus setelah shalat subuh dan maghrib, bacalah zikir yang dibawah ini
sepuluh kali setelah mengucapkan zikir yang di atas:

"LAA ILAAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAHU, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU Y
UHYII WAYUMIIT WAHUWA 'ALAA KULLI SYAI-IN QADIIR"(=Tiada sesembahan yang hak
melainkan Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. MilikNyalah
ke-rajaan dan pujian, Yang Maha menghidupkan dan Maha mematikan sedang Dia
Maha Kuasa atas segala sesuatu.) [3]

Kemudian membaca: SUBHAANALLAH 33x, ALHAMDULILLAH 33x; ALLAHU AKBAR 33x;
untuk melengkapi bilangan menjadi seratus bacalah:
"LAA ILAAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAHU, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU
WAHUWA 'ALAA KULLI SYAI-IN QADIIR"(=Tiada sesembahan yang hak melainkan
Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. MilikNyalah ke-rajaan dan
pujian, sedang Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.) [4]



Kemudian membaca ayat kursi[5], kemudian surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An
Nas[6], kalau seandainya setelah shalat subuh dan maghrib dibaca tiga kali.

Inilah yang lebih baik (afdhal) dan semoga Allah menganugerahkan shalawat
dan salam kepada nabi kita Muhammad dan atas keluarga beliau dan
sahabat-sahabatnya serta yang mengikutinya dengan baik sampai hari
pembalasan.


Footnote :

[1] HR.Muslim 1/414 no.591(135), Ahmad (5/275,279), Abu Dawud 1513,
an-Nasa'i 3/68, Ibnu Khuzaimah 737, ad-Darimi 1/311 dan Ibnu Majah no.928
dari shabat Tsauban radhiyallahu'anhu.

[2] HR.Bukhari 1/205 dan Muslim 1/414 no.593, Ahmad 4/245,247,250,254,255.
Ibnu Khuzaimah no.742, ad-Darimi 1/311, Abu Dawud 1505 dan an-Nasa'i
3/59,60.

[3] HR.Tirmidzi no.3474, Ahmad 4/227. Shahih Targhib wa Tarhib 1/322-323
no.474,475,477 dan lihat Zaadul Ma'ad 1/300-301.

[4] "Barang siapa membaca kalimat tsb setiap selesai shalat, akan diampuni
kesalahannya, sekalipun seperti buih di lautan" HR.Muslim 1/418 no.597,
AHmad 2/371, 481, Ibnu Khuzaimah no.750 dan al-Baihaqi 2/187

[5] "Barang siapa membacanya(ayat kursi) setiap selesai shalat, tidak ada
yang menghalanginya masuk surga selain mati" HR. an-Nasa'i dalam Amalul Yaum
wal Lailah no.100 dan Ibnu Sunni no.124, dinyatakan Shahih oleh al-Albani
dalam shahih al-Jami' dan Silsilah Hadits Shahih 2/697 no.972.

[6] HR.Abu Dawud no.1523, an-Nasa'i 3/68, Ibnu Khuzaimah no.755 dan Hakim
1/253. Lihat pula Shahih at-Tirmidzi 2/8. Ketiga surat tsb dinamakan
al-Mu'awizaat, lihat pula Fathul Baari 9/62


> 2. kemudian apakah doa bersama imam shalat, seusai shalat berjamaah
> disunnahkan ?

Hal itu adalah bid'ah (Lihat Al-I'tisham oleh Imam Syathibi dan Nurussunnah
wa Dzulumatul Bid'ah hal137 oleh Sa'id bin Wahf al-Qahthani, dari buku Do'a
& Wirid mengobati  guna-guna dan sihir menurut AlQur'an dan As-Sunnah karya
Ust.Yazid Abdul Qadir Jawas hal.149 penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi'i)

Reactions:

0 comments:

Poskan Komentar

Assalamualaikum.. Temen2 jangan lupa Komentar na ^_^

Alquran @ HamdaniSekumpul