English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Minggu, 09 Mei 2010

Diskriminasi Terhadap Muslimah Kosovo

Muslimah Kosovo: Pilih Jilbab atau Keluar Sekolah

Di Republik Kosovo yang masih muda, sebagian besar penduduknya adalah muslim, namun karena tradisi "Islam moderat" dan mengikuti konstitusi sekuler, mengikuti jejak Tunisia dan Perancis, republik inipun melarang pemakaian jilbab bagi perempuan di sekolah umum. Seperti di Turki, di mana larangan jilbab, mulai diperkenalkan pada tahun 1920, dan telah menyebabkan perselisihan besar.

Saat ini wanita muslim disana tidak bisa mengenakan jilbab di sebagian besar sekolah-sekolah Kosovo. Ardzhetu Halimi 16 tahun dari kota kecil Viti, di mana umat Islam disana hidup terpisah dari Albania Katolik dan Ortodoks Serbia, ia tidak diperbolehkan sekolah lagi pada bulan Januari 2009. Meskipun kepala sekolahnya telah berjanji akan mengizinkannya untuk ikut ujian akhir sekolah dengan mengenakan jilbab. Sementara itu, ia belajar sendiri di rumah, dan juga menghadiri kelas-kelas di sekolah agama Islam terpisah, sumber «Weekly Standard».

Menurut media lokal, suatu hari, direktur sekolah didampingi oleh petugas memerintahkan Halimi itu untuk melepas jilbabnya atau meninggalkan sekolah. Dia menolak melepas jilbab dan memilih keluar, dia menyatakan bahwa dirinya memutuskan untuk menutup kepala mereka setelah lima tahun mempelajari agama Islam. Selain itu, kenapa siswa lainnya diperbolehkan untuk memakai salib di lehernya, kata Halimi keberatan, sehingga ia harus diperbolehkan untuk mengenakan jilbab di kelas.

Menurut organisasi Balkan Investigative Reporting Network (BIRN), yang menerbitkan jurnal edisi bahasa Inggris «Psistina Insight», di Kosovo setidaknya ada sepuluh insiden seperti itu. Tiga siswa telah dikeluarkan dari sekolah-sekolah di daerah Skenderaj karena istiqomah memakai jilbab, dan satu siswi dikeluarkan dari lembaga pendidikan di ibukota. Tapi, di beberapa sekolah dan sebagian lingkungan kota Viti memakai jilbab masih diperbolehkan.

Subhanallah, begitu beratnya perjuangan saudari-saudari muslim kita di Eropa sana yang tetap bertahan menggunakan jilbab. Walaupun mereka masih siswa sekolah tapi keteguhan hati untuk terus melaksanakan kewajiban menggunakan jilbab sungguh luar biasa.

Semoga Allah terus memberikan keistiqomahan kepada kalian.
Sumber: www.voa-islam.net/

Reactions:

0 comments:

Poskan Komentar

Assalamualaikum.. Temen2 jangan lupa Komentar na ^_^

Alquran @ HamdaniSekumpul