English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sabtu, 12 Juni 2010

Anjing dan Keledai


Seorang  yang  baru  saja  menemukan  cara   memahami   arti
suara-suara  yang  dikeluarkan binatang, pada suatu berjalan
sepanjang lorong di desa.

Dilihatnya seekor keledai, yang baru saja meringkik  dan  di
sampingnya ada seekor anjing, menyalak-nyalak sekeras-keras-
nya.

Ketika  orang  itu  semakin  dekat,  arti  pertukaran  suara
binatang itu bisa ditangkapnya.

"Uh,  bosan!  Kau  ngomong  saja  tentang  rumput dan padang
rumput  yang  kering  bisa  dipergunakan  sebagai  pengganti
daging," katanya menyela.

Kedua  binatang  itu  memandangnya  sejenak. Anjing menyalak
keras-keras sehingga suara  orang  itu  tak  terdengar  sama
sekali;  dan  keledai menyepak dengan kaki belakangnya tepat
mengenai orang itu sampai kelenger.

Kemudian kedua binatang kembali adu mulut.

Catatan

Kisah ini, yang menyerupai kisah Rumi,  adalah  fabel  dalam
kumpulan kisah Majnun Qalandar, yang mengembara selama empat
puluh tahun pada abad ketiga belas, membacakan kisah nasehat
di   pasar-pasar.   Beberapa   orang   mengatakan  bahwa  ia
benar-benar gila (seperti yang  ditunjukkan  oleh  namanya);
orang-orang   lain  beranggapan  bahwa  ia  merupakan  salah
seorang di antara "Orang-orang yang  berubah"--  yang  telah
mengembangkan pengertian adanya hubungan antara benda-benda,
yang oleh orang-orang biasa dianggap terpisah.

Reactions:

0 comments:

Poskan Komentar

Assalamualaikum.. Temen2 jangan lupa Komentar na ^_^

Alquran @ HamdaniSekumpul