English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sabtu, 12 Juni 2010

Anjingn Tongkat dan Sufi


Pada   suatu  hari  seorang  yang  berpakaian  sebagai  Sufi
berjalan-jalan; ia melihat seekor anjing di  jalan;  ia  pun
memukulnya   dengan  tongkat.  Si  Anjing,  sambil  melolong
kesakitan, berlari  menuju  Abu  Said,  Sang  Ulama.  Anjing
itupun  menjatuhkan  dirinya  dekat  kaki  Sang Ulama sambil
memegang moncongnya yang terluka; ia mohon  keadilan  karena
telah diperlakukan secara kejam oleh sufi itu.

Abu  Said  mempertemukan keduanya. Kepada Sufi dikatakannya,
"O Saudara yang seenaknya, kenapa  kau  perlakukan  binatang
dungu ini sekasar itu! Lihat akibatperbuatanmu!"

Sang  Sufi  menjawab,"itu  sama  sekali  bukan salahku, tapi
salahnya Saya tidak memukulnya tanpa alasan, saya memukulnya
karena ia mengotori jubahku."

Tetapi Si Anjing tetap menyampaikan keluhannya.

Kemudian  Sang Bijaksana berbicara kepada Anjing, "Dari pada
menunggu Ganti Rugi Akhirat, baiklah saya berikan ganti rugi
bagi rasa sakitmu itu."

Si  Anjing  berkata,  "Sang Agung dan Bijaksana! Ketika saya
melihat orang ini berpakaian  sebagai  Sufi,  saya  berfikir
bahwa  ia  tak  akan menyakiti saya. Seandainya saya melihat
orang yang berpakaian biasa saja, tentunya akan saya berikan
keleluasaan padanya untuk lewat. Kesalahan utama saya adalah
menganggap  bahwa  pakaian   orang   suci   itu   menandakan
keselamatan.  Apabila  Tuan  ingin  menghukumnya,  rampaslah
pakaian  Sufinya  itu.  Campakkan  dia  dari  pakaian   Kaum
Terpilih Pencari Kebenaran ..."

Anjing  itu  sendiri  berada suatu Tahap dalam Jalan. Sangat
keliru kalau kita beranggapan bahwa manusia harus lebih baik
darinya.

Catatan

"Penciptaan keadaan" yang disini ditampilkan oleh jubah Sufi
sering disalahtafsirkan oleh kaum  kebatinan  dan  keagamaan
apa  saja sebagai sesuatu yang berhubungan dengan pengalaman
dari kegunaan nyata.

Kisah ini, dari buku Attar Ilahi-Nama, sering  diulang-ulang
oleh para Sufi "Jalan Salah," dan dianggap ciptaan Hamdun Si
Pemutih Kain, pada abad kesembilan.

Reactions:

0 comments:

Poskan Komentar

Assalamualaikum.. Temen2 jangan lupa Komentar na ^_^

Alquran @ HamdaniSekumpul