English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Senin, 12 Juli 2010

Kisah Sufi Bayazid


BAYAZID DAN ORANG YANG MEMIKIRKAN DIRI SENDIRI

Pada suatu hari, seseorang mengomel kepada Bayazid,  seorang
ahli  mistik pada abad kesembilan, mengatakan bahwa ia telah
berpuasa dan berdoa dan berbuat segalanya selama tiga  puluh
tahun  namun  tidak  juga  menemukan kesenangan seperti yang
digambarkan Bayazid. Bayazid menjawab, orang itu  bisa  saja
melanjutkan   perbuatannya   tiga  ratus  tahun  lagi  tanpa
mendapatkan kesenangan juga.

"Mengapa begitu?" tanya Si Sok-Saleh.

"Sebab kesombonganmu merupakan halangan utama bagimu."

"Coba katakan apa obatnya."

"Obatnya tak akan bisa kau laksanakan."

"Bagaimanapun, katakan sajalah."

Bayazid pun berkata, "Kau  harus  pergi  ke  tukang  pangkas
rambut  untuk  mencukur  janggutmu,  (yang  terhormat, itu).
Lepaskan semua pakaianmu  dan  kenakan  korset.  Isi  sebuah
kantong  kuda dengan kenari sampai penuh, lalu gantungkan di
lehermu. Pergilah ke pasar dan berteriaklah, 'akan kuberikan
sebutir  kenari  kepada setiap anak yang memukul tengkukku.'
Kemudian lanjutkan perjalananmu ke  sidang  pengadilan  agar
semua orang menyaksikanmu."

"Tetapi  aku  tak bisa melakukan itu; coba katakan cara lain
yang sama manfaatnya."

"Itu langkah pertama, dan satu-satunya cara," kata  Bayazid,
"Tetapi  sudah  aku katakan kepadamu bahwa kau tak akan bisa
melakukannya; jadi tak ada obat bagimu."

Catatan

Al-Ghazali, dalam Alkemia Kebahagiaan, mempergunakan  ibarat
ini untuk menekankan pernyataan yang sering diulang-ulangnya
bahwa  sementara  orang,  betapapun  jujur  tampaknya  usaha
mencari  kebenaran  itu  bagi  dirinya  sendiri  -dan bahkan
mungkin juga bagi orang lain- nyatanya kadang-kadang didasari
kesombongan   atau  mencari  untung  sendiri,  hal-hal  yang
merupakan halangan utama bagi pencarian kebenarannya.

Reactions:

0 comments:

Poskan Komentar

Assalamualaikum.. Temen2 jangan lupa Komentar na ^_^

Alquran @ HamdaniSekumpul