English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Senin, 12 Juli 2010

Kisah sufi Bird of Hindie


                   BURUNG INDIA

Seorang saudagar memelihara burung dalam  sangkar.  Ia  akan
berangkat  ke  India,  tanah asal burung itu, dan menanyakan
barangkali binatang itu meminta oleh-oleh dari sana.  Burung
itu  meminta  kebebasannya,  tetapi  ditolak.  Karena itu ia
minta saudagar itu pergi ke hutan di India, lalu mengabarkan
tentang  keadaannya yang dalam kurungan kepada burung-burung
lain yang masih bebas.

Saudagar itu pun melaksanakan pesan tersebut, dan begitu  ia
mengucapkan kata-katanya, seekor burung serupa dengan burung
piaraannya jatuh dari sebuah pohon,  tak  sadarkan  diri  di
tanah.

Si  Saudagar  berpendapat  bahwa itu tentulah saudara burung
piaraannya,  dan  iapun  merasa  sedih   telah   menyebabkan
kematiannya.


Ketika  ia pulang, burungnya bertanya apakah tuannya membawa
kabar gembira dari India.

"Tidak," jawab saudagar itu, "kabar buruklah yang aku  bawa.
Salah seekor saudaramu tak sadar diri dan jatuh dekat kakiku
ketika kusiarkan kabar tentang keadaanmu."

Segera setelah kata-kata itu diucapkan,  burung  yang  dalam
sangkar  itu  pun  tak  sadarkan  diri  dan  jatuh  ke dasar
sangkar.

"Kabar kematian saudaranya menyebabkannya mati juga,"  pikir
saudagar  itu.  Dengan  sedih  diambilnya  burung  itu  dari
sangkarnya, lalu diletakkannya  di  ambang  jendela.  Segera
saja burung itu hidup kembali, terbang ke pohon terdekat.

"Kini  kau tahu," kata Si Burung, "bahwa yang kau kira kabar
buruk itu, ternyata merupakan kabar baik bagiku. Dan  pesan,
yakni   cara   untuk   membebaskan  diriku,  ternyata  telah
disampaikan kepadaku lewat kamu, yang dulu menangkapku." Dan
burung itupun terbang, bebas merdeka akhirnya.

Catatan

Fabel   Rumi   ini  merupakan  salah  satu  yang  menekankan
pentingnya pengajaran tak langsung dalam Sufisme .

Peniru  dan  sistem  yang  diatur  sesuai  dengan  pemikiran
konvensional, baik di Barat maupun di Timur, umumnya memilih
penekanan  pada  "sistem"  dan  "program,"  dan  bukan  pada
totalitas pengalaman yang dijalankan dalam mazhab Sufi.

Reactions:

1 comments:

Poskan Komentar

Assalamualaikum.. Temen2 jangan lupa Komentar na ^_^

Alquran @ HamdaniSekumpul