English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Rabu, 04 Agustus 2010

Cerita dalam kehidupan Isa bin Maryam.


Imam Al-Ghazali mengisahkan suatu cerita dalam kehidupan Isa
bin Maryam.

Pada suatu hari Isa melihat orang-orang  duduk  bersedih  di
sebuah tembok, dipinggir jalan.

Tanyanya, "Apa gerangan yang merundungmu semua?"

Jawab  mereka,  "Kami menjadi seperti ini lantaran ketakutan
kami menghadapi neraka."

Isapun meneruskan perjalanannya, dan melihat sejumlah  orang
berkelompok  berduka  dalam  berbagai  gaya dipinggir jalan.
Katanya,  "Apa  gerangan  yang  merundung  kalian?"   Mereka
menjawab,  "Keinginan  akan  sorga  telah membuat kami semua
begini."

Isa pun melanjutkan perjalanannya, sampai ia bertemu  dengan
kelompok  ketiga.  Tampaknya orang-orang itu telah menderita
amat sangat, tetapi wajah mereka bersinar bahagia.

Isa bertanya, "Apa gerangan yang telah membuatmu begitu?"

Mereka menjawab, "Semangat  Kebenaran.  Kami  telah  melihat
Kenyataan,  dan  hal  itu  telah  menyebabkan kami melupakan
tujuan-tujuan lain yang sepele."

Isa  berkata,  "Orang-orang  itu  telah  sampai.  Pada  Hari
Perhitungan  nanti,  merekalah  yang  akan  berada  di  Sisi
Tuhan."

Catatan

Kisah Sufi tentang Yesus ini sering mengejutkan mereka  yang
percaya   bahwa  kemajuan  rohaniah  hanya  tergantung  pada
pengolahan masalah ganjaran dan siksa.

Para Sufi mengatakan bahwa hanya orang-orang  tertentu  bisa
mengambil keuntungan dari pelibatan diri pada masalah untung
atau  rugi;  dan  bahwa  hal  ini  mungkin  hanya  merupakan
sebagian  saja  dari  pengalaman  orang-seorang. Mereka yang
telah mempelajari  pelbagai  cara  dan  akibat  keadaan  dan
pencekokan  (conditioning and indoctrination) mungkin merasa
sepakat dengan pandangan tersebut.

Tentu   saja,   kaum   agamawan   formal,   dalam   pelbagai
keyakinannya  tidak  mengakui  bahwa  pilihan sederhana atas
baik-buruk, ketegangan-kelonggaran, ganjaran-siksa  hanyalah
sekedar   bagian-bagian   suatu   sistem  lebih  besar  dari
kesadaran diri.

Reactions:

0 comments:

Poskan Komentar

Assalamualaikum.. Temen2 jangan lupa Komentar na ^_^

Alquran @ HamdaniSekumpul