English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Rabu, 04 Agustus 2010

Kisah Sumpah


Pada suatu hari, seorang yang  kalut  pikirannya  bersumpah,
jika semua kesulitannya terpecahkan ia akan menjual rumahnya
dan semua hasil penjualan itu akan diberikannya kepada  kaum
miskin.

Akhirnya sampai juga saatnya, ia harus menunaikan sumpahnya.
Tetapi ia tidak ingin memberikan uang yang didapatnya. Iapun
mencari akal.

Ia  menjual  rumahnya  seharga seperak saja. Namun penjualan
itu  harus  sekalian  dengan  kucingnya.  Harga  kucing  itu
sepuluh ribu uang perak.

Rumah  itu  pun  terjual.  Dan  bekas  pemilik  rumah itupun
memberikan uangnya  yang seperak kepada  kaum  miskin,  yang
sepuluh ribu dimasukkan ke kantong sendiri.

Banyak  orang  berpikiran  demikian itu. Mereka berketetapan
menuruti pelajaran;  namun,  mereka  menafsirkan  sedemikian
rupa   agar   menguntungkan   dirinya  Sampai  mereka  mampu
mengalahkan kecenderungan itu dengan latihan khusus,  mereka
sebenarnya tidak bisa menarik pelajaran apa-apa.

Catatan

Akal-akalan   yang  digambarkan  dalam  kisah  ini,  menurut
pengisahnya  (Syeh  Nasir  Al-Din   Syah)   mungkin   memang
disengaja --atau mungkin menggambarkan pikiran tertutup yang
secara tak sadar menampilkan akal-akalan semacam itu.

Sang  Syeh,  yang  juga  dikenal  sebagai  "Pelita   Delhi,"
meninggal  tahun  1846. Makamnya di Delhi, India. Versi ini,
yang dianggap ciptaannya, berasal dari  tradisi  lisan  kaum
Chishti.  Kisah ini dipergunakan untuk memperkenalkan teknik
kejiwaan yang dimaksudkan untuk menenangkan jiwa, agar tidak
bisa   melaksanakan  tindak  akal-akalan  yang  menipu  diri
sendiri.

Reactions:

0 comments:

Poskan Komentar

Assalamualaikum.. Temen2 jangan lupa Komentar na ^_^

Alquran @ HamdaniSekumpul