English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Rabu, 04 Agustus 2010

Peti Kuno Nuri Bey


Nuri Bey  adalah  seorang  Albania  yang  suka  tepekur  dan
disegani,  yang  beristrikan  wanita  jauh  lebih  muda dari
dirinya.

Suatu malam,  ketika  ia  pulang  lebih  awal  dan  biasanya
seorang pelayan yang setia menghadapnya dan berkata,

"Istri Tuan berkelakuan mencurigakan.

Ia  berada di kamarnya dengan sebuah peti besar, cukup besar
untuk menyimpan orang; peti itu dulu milik kakek Tuan.

Mestinya peti itu hanya berisi beberapa sulaman kuno.

Hamba yakin, kini didalamnya  terdapat  lebih  dari  sekedar
sulaman.

Dan   hamba,   yang   sejak   dulu  menjaganya,  kini  tidak
diperbolehkan membukanya."

Nuri pergi kekamar istrinya, dan mendapatkannya duduk murung
disamping peti kayu besar itu.

"Boleh aku melihat isi kotak itu?" tanya suaminya

"Karena  kecurigaan  pelayan,  atau  karena  Tuan tidak lagi
mempercayai saya?"

"Bukankah  lebih  mudah   membukanya   saja,   tanpa   harus
memasalahkan kaitan maksudnya?"

"Tidak bisa."

"Apa terkunci?"

"Ya"

"Di mana kuncinya?"

Istrinya  menunjukkan  kunci  itu, "Pecat pelayan itu, nanti
saya berikan kunci itu kepada Tuan."

Pelayan itu dipecat. Wanita itu menyerahkan kunci dan  iapun
berlalu, tentu dengan pikiran kacau.

Nuri  Bey  berpikir  lama. Kemudian dipanggilnya empat orang
tukang kebunnya. Malam itu  mereka  bersama-sama  mengangkat
peti itu jauh ke ujung kebun, lalu menguburnya.

Masalah itu tidak pernah disebut-sebut lagi.

Catatan

Kisah  yang  menggelitik  ini,  yang berulang kali dikatakan
memiliki  arti  dalam  di  samping  nasehatnya  yang  jelas,
merupakan  sebagian dari naskah para darwis pengembara, yang
pengayom sucinya  adalah  Yusuf  dari  Andalusia  pada  abad
ketiga belas.

Di  Turki, jumlah mereka itu sangat banyak. Kisah ini, dalam
versi yang lebih dikembangkan, menyusup  ke  Bahasa  Inggris
melalui  karya  H.G.  Dwight,  Stambul  Nights  'Malam-malam
Istambul,' diterbitkan di Amerika  Serikat  tahun  1916  dan
1922.


Reactions:

0 comments:

Poskan Komentar

Assalamualaikum.. Temen2 jangan lupa Komentar na ^_^

Alquran @ HamdaniSekumpul