English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Rabu, 04 Agustus 2010

Si Tolol di Kota Besar

Ada  berbagai  macam  kebangunan.  Hanya  satu  yang  benar.

Manusia tidur, tetapi  ia  harus  bangun  dengan  cara  yang
benar.  Berikut  ini  adalah  kisah  tentang  Si  Tolol yang
bangunnya keliru.

Si Tolol ini datang ke sebuah kota  besar,  dan  ia  menjadi
bingung  oleh  banyaknya orang di jalanan. Ia khawatir kalau
nanti ia bangun dari tidurnya  ia tak  bisa  lagi  menemukan
dirinya  diantara  begitu  banyak  manusia. Karena itu iapun
mengikatkan seutas tali di mata kakinya agar  dirinya  mudah
dikenali kembali.

Seorang  yang  suka bercanda, mengetahui apa yang dikerjakan
Si Tolol itu, menanti sampai ia  tidur. Di lepaskannya  tali
yang  melingkar  di  kaki  Si  Tolol,  lalu  diikatkannya ke
kakinya sendiri. Iapun berbaring di  lantai  dan  tidur.  Si
Tolol  bangun  lebih  dahulu; dilihatnya tali itu. Mula-mula
dikiranya orang lain itulah  dirinya  sendiri.  Kemudian  ia
menyerang  orang  itu,  sambil  teriaknya,  "Kalau  kau  itu
diriku, lalu siapa dan mana pula aku?"

Catatan

Kisah ini, yang juga muncul  dalam  kumpulan  lelucon  Mulla
Nasruddin  yang  dikenal  luas di Asia Tengah, direkam dalam
karya klasik kebatinan, Salaman dan  Absal,  oleh  pengarang
dan  ahli  mistik  abad ke lima belas, Abdul Rahman Jami. Ia
datang dari Oxus dan meninggal di Herat setelah  mengukuhkan
dirinya  sebagai  salah seorang tokoh sastra terkemuka dalam
bahasa Parsi.

Jami menimbulkan banyak  ketidaksenangan  di  kalangan  ahli
agama karena keterusterangannya, terutama pengakuannya bahwa
ia tidak mempunyai guru kecuali ayahnya sendiri.

Reactions:

0 comments:

Poskan Komentar

Assalamualaikum.. Temen2 jangan lupa Komentar na ^_^

Alquran @ HamdaniSekumpul