English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Rabu, 01 Februari 2012

Maulid dan Tahlil Menurut Ahlussunah, Wahabi, Salafi

Assalamualaikum Wr. Wb.
Maulid dan Tahlil merupakan kegiatan yang banyak dilaksanakan oleh Umat Islam Ahlussunah Wal Jama'ah. Namun sejalan itu peredebatan mengenai Halal Haram nya semakin deras didengar.
Kebetulan hamdanisekumpul menemukan percakapan menarik antara kelompok  Ahlussunah Wal Jama'ah dengan Wahabi dan Salafi. Mungkin pembaca bisa bijaksana mengambil kesimpulannya mana yang lebih baik.

Wahabi & Salafi (WS):
“Maulid dan tahlilan itu haram, dilarang didalam agama.”
Ahlussunnah (AJ) : “Yang dilarang itu bid’ah, bukan Maulid atau tahlilan, bung!”

WS : “Maulid dan tahlilan tidak ada dalilnya.”
AJ : “Makanya jangan cari dalil sendiri,nggak bakal ketemu. Tanya dong sama guru, dan baca kitab ulama, pasti ketemu dalilnya.”

WS : “Maulid dan tahlilan tidak diperintah didalam agama.”
AJ : “Maulid dan tahlilan tidak dilarang didalam agama.”

WS : “Tidak boleh memuji Nabi Saw. secara berlebihan.”
AJ : “Hebat betul anda, sebab anda tahu batasnya dan tahu letak berlebihannya. Padahal, اللّه saja tidak pernah membatasi pujian-Nya kepada Nabi Saw. dan tidak pernah melarang pujian yang berlebihan
kepada beliau.”

WS : “Maulid dan tahlilan adalah sia-sia, tidak ada pahalanya.”
AJ : “Sejak kapan anda berubah sikap seperti Tuhan, menentukan suatu
amalan berpahala atau tidak, Allah saja tidak pernah bilang bahwa Maulid dan tahlilan itu sia-sia.”

WS : “Kita dilarang mengkultuskan Nabi Saw. sampai- sampai menganggapnya seperti Tuhan.”
AJ : “Orang Islam paling bodoh pun tahu, bahwa Nabi Muhammad Saw. itu Nabi dan Rasul, bukan Tuhan.”
 sumber

Reactions:

0 comments:

Poskan Komentar

Assalamualaikum.. Temen2 jangan lupa Komentar na ^_^

Alquran @ HamdaniSekumpul