English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Rabu, 13 Juni 2012

Menikmati Wisata di Kota Banjarmasin Ke 2

Pulau Kembang bukanlah Pulau yang isinya di penuhi kembang-kembang atau bunga-bunga. Pulau Kembang adalah Sebuah Pulau yang di dalamnya dihuni ribuan Monyet berhidung panjang atau yang lebih dikenal dengan sebutan “Bekantan”. Pulau kembang merupakan sebuah delta yang terletak di tengah Sungai Barito yang termasuk di dadalam wilayah administrative kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kotamadya Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan. Pulau kembang terletak di sebelah Barat Kota Banjarmasin.



Pulau kembang sama halnya seperti Pulau Komodo. Perbedaanya Pulau Komodo merupakan habitatnya para komodo, sedangkan Pulau Kembang Habitatnya “Bekantan” atau Monyet berhidung panjang. Pulau kembang termasuk salah satu tempat wisata unggulan kota Banjarmasin Kalimantan Selatan. Ada yang mengatakan apabila anda berkunjung ke Banjarmasin tapi belum pergi ke Pasar terapung dan Pulau Kembang, anda masih belum layak di katakana Pernah berkunjung di Banjarmasin.

Untuk dapat pergi ke Pulau Kembang tidak terlalu sulit. Letaknya berdekatan Pasar terapung Muara Kuin. Biasanya wisatawan yang ingin mengunjungi pulau kembang akan dibawa ke pasar terapung Muara Kuin terlebih dahulu menggunakan Klotok (Perahu kecil bermesin), kemudian setelah dari pasar terapung baru menuju pulau kembang.


 
Jangan kaget bila sudah sampai di dermaga Pulau kembang, Anda akan di sambut puluhan Bekantan. Tapi jangan takut, bekantan di pulau kembang tidak buas karena sudah terbiasa dengan kehadiran manusia. Yang perlu diingat apabila pergi ke Pulau kembang lebih baik barang-barang seperti Kaca Mata, Handphone atau pernak pernik lainnya di simpan dalam tas. Karena bisa di copet bekantan di sana. Biasanya bekantan yang ada di sana akan menaiki bahu wisatawan dan apabila ada aksesoris yang menarik bisa di colongnya.
 
Pulau Kembang:




Pulau Kembang:




Museum Wasaka
Museum Wasaka atau juga dikenal dengan Waja Sampai Kaputing terletak di Jalan Sultan Adam Komplek H Andir, Kampung Kenanga Ulu RT 14 Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kalimantan Selatan. Museum ini berada di tepian sungai Martapura, berdampingan dengan kokohnya sebuah jembatan yang panjang dan besar, yang bernama Jembatan 17 Mei, atau lebih di kenal dengan Jembatan Banua Anyar. Museum yang diresmikan pada 10 November 1991 ini, terdapat kurang lebih 400 benda bersejarah di periode Perang Kemerdekaan. Menurut salah seorang penjaga museum disana, sebetulnya banyak koleksi lain yang merupakan peninggalan Perang Banjar, Perintis Kemerdekaan, Perang Kemerdekaan, Pengisian Kemerdekaan, hingga periode Orde Baru. Namun, karena tempat atau museumnya tidak memadai, terpaksa yang ditampilkan hanya koleksi benda-benda di periode Perang Kemerdekaan, sebagaimana yang disebutkan di atas tadi. Beberapa benda yang bisa dilihat di museum ini antara lain berbagai jenis senjata yang digunakan pejuang Banjar di masa revolusi fisik tahun 1945-1949. Seperti tombak, mandau, senapan, dan mortir. Disini juga terdapat peralatan-peralatan tradisional untuk memasak yang masih tersimpan baik pada waktu itu yang masih tersimpan baik. Hal lainnya, kita bisa melihat sebuah meja beserta empat buah kursi yang konon dulunya digunakan sebagai tempat pejuang Kalsel untuk bermusyawarah. Di sekitar kursi tersebut, tepatnya di dinding di sekeliling kursi, terdapat deretan foto gubernur, mulai dari gubernur yang paling pertama, hingga yang menjabat sekarang. Dari arsitektur bangunannya adalah salah satu khas rumah tradisional Banjar berupa tipe Bubungan Tinggi.

Beberapa koleksi di Museum Wasaka Banjarmasin

Museum Wasaka:



Museum Wasaka:



sumber

Reactions:

0 comments:

Poskan Komentar

Assalamualaikum.. Temen2 jangan lupa Komentar na ^_^

Alquran @ HamdaniSekumpul