English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Kamis, 23 Mei 2013

Debat Imam Abu Hanifah dengan Orang Atheis

Pada suatu hari,orang-orang atheis meminta kepada Imam abu Hanifah untuk
berdebat dengannnya, Dan mereka pun telah menentukan waktu yang tepat
untuk mengadakan perdebatan tersebut.

Ketika waktu yang telah ditentukan tiba,orang-orang atheis itu berkumpul
di suatu tempat yang telah dipenuhi oleh orang ramai, Akan tetapi, Imam
Abu Hanifah belum juga datang.

Mereka pun terpaksa menunggunya sehingga mereka merasa bosan.Bahkan,
Orang-orang atheis itu mulai membanggakan dirinya dan pengingkarannya
terhadap Allah Swt, kerana mereka beranggapan bahawa ketidak hadiran
Imam Abu Hanifah yang merupakan lawan debat mereka menunjukkan kelemahan
pendapatnya.

Ketika rasa bangga mereka hampir mencapai puncaknya dan ketika rasa
bosan para hadirin kerana menunggu kedatangan Imam Abu Hanifah hampir
mencapai puncaknya juga, tiba-tiba datanglah Imam Abu Hanifah.

Ia terus meminta maaf kepada para hadirin kerana kelewatannya. Ia
menjelaskan bahawa ia sebenarnya telah berusaha untuk datang tepat pada
waktu yang telah ditentukan.

Ia berkata,"Saya berada diseberang sungai Dajlah.Pada waktu itu, saya
tidak menemukan satu kendaraan pun untuk menyeberang sungai
tersebut.Maka,saya pun terpaksa menunggu lama.

Akan tetapi , setelah lama menunggu saya belum juga menemukan kendaraan
apa pun.

Saya hampir putus asa kerana tidak ada satu kendaraan pun yang datang
untuk mengantarkanku ke seberang sungai dan saya telah berniat untuk
kembali ke rumah.

Pada waktu itulah tiba-tiba saya melihat dari jauh ada beberapa potong
papan dari kayu datang dengan sendirinya.Dan ketika sudah sampai di
dekatku, tiba-tiba papan dari kayu itu saling mengikat satu sama lainnya
hingga menjadi sebuah perahu yang sangat bagus.

Maka, saya naik ke atas perahu itu sehingga saya pun sampai di seberang
sungai dan hadir di hadapan kamu.

Lalu, Orang-orang atheis itu bertanya,"Apakah engkau ingin mengejek kami
wahai Abu Hanifah?
Apakah mungkin papan-papan dari kayu itu datang dengan sendirinya lalu
membentuk sebuah perahu seperti yang telah engkau katakan?"

Imam Abu Hanifah pun menjawabnya,
"Inilah yang ingin saya perdebatkan dengan kamu.

Jika akal kamu tidak dapat menerima bahawa ada sebuah perahu yang
terbentuk dengan sendirinya,maka mengapa kamu mengatakan bahawa alam
semesta yang sangat rapi dan menakjubkan ini (termasuk segala macam
isinya seperti langit, bumi,manusia dan haiwan) terbentuk dengan sendirinya?

Dan mengapa kamu juga mengatakan bahawa segala peristiwa dan perubahan
di alam semesta ini terjadi dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakan?"
Mendengar penjelasan itu, maka para atheis itu tercengang dan tidak
boleh memberikan jawapan.

Mereka benar-benar menghadapi suatu kenyataan yang sangat benar dan kuat.

Akhirnya, mereka pun masuk islam dihadapan Imam Abu Hanifah.

WALLAHUALAM

Reactions:

0 comments:

Poskan Komentar

Assalamualaikum.. Temen2 jangan lupa Komentar na ^_^

Alquran @ HamdaniSekumpul