Langgar Ar-Raudah Sekumpul

Kawasan Sekumpul inilah bukti dakwah bilhal Guru Sekumpul. Mengajarkan ilmu agama kepada masyarakat. Mereka yang datang dari berbagai lapisan masyarakat dan dari berbagai penjuru di Kalimantan - hamdanisekumpul.blogspot.com.

Masjid Agung Al Karomah Martapura

Masjid Agung Al Karomah adalah masjid yang terletak di Martapura diberi nama "Masjid Jami'.berfungsi sebagai tempat peribadatan, tempat integrasi umat Islam serta markas atau benteng pertahanan para pejuang dalam menantang penjajahan Belanda. - hamdanisekumpul.blogspot.com.

Guru Sekumpul Martapura

Syaikhuna al-Alim al-Allamah Muhammad Zaini bin al-Arif billah Abdul Ghani yang bergelar Al Alimul Allamah Al Arif Billaah Albahrul Ulum Al Waliy Qutb As Syeekh Al Mukarram Maulana (Abah Guru Sekumpul) bersama kedua anak beliau Muhammad Amin Badali dan Ahmad Hafi Badali - hamdanisekumpul.blogspot.com.

Guru Sekumpul Bersama Guru Rasyad dan Alim Ulama

Majelis pembacaan kitab, maulid maupun burdah selalu dihadiri ribuan jamaah dari seluruh penjuru Kalimantan selatan hingga luar daerah, mereka datang karena kecintaannya kepada sang guru dan Rasulullah SAW. Marhaban Ya Nurol ’Aini Marhaban Marhaban Marhaban Jaddal Husaini Marhaban Marhaban - hamdanisekumpul.blogspot.com.

Makam Guru Sekumpul

Makam Guru sekumpul di antara makam Guru M. Samman Mulya (Guru Samman Bujang) dan Guru Samman Jalil (Mertua guru Sekumpul) di lingkungan Musholla Ar Raudhah Sekumpul, Kota Martapura Kab. Banjar Kalimantan Selatan - hamdanisekumpul.blogspot.com.

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Selasa, 04 Februari 2014

Cerita Penuh Hikmah "Fitnah Akhwat"

Bismillah
Pembaca yang budiman pada kesempatan ini kami akan membawakan sebuah cerita berhikmah dari seorang hamba Allah. Semoga saja cerita nyata ini bermanfaat bagi kita semua.Beginilah ceritanya ….
Sebut saja aku Hamba Allah. Ya aku rajin untuk sholat berjamaah, membaca alQuran, mempelajari ilmu-ilmu Islam dan menyebarkan ilmu-ilmu Islam sehingga di mata kawanku aku termasuk orang yang taat beragama. Namun aku tidak tahu apakah aku termasuk orang yang taat di sisi Allah atau tidak.
Fitnah akhwat, ya fitnah akhwat. Walaupun aku rajin untuk mengerjakan beberapa ketaatan, aku pun pernah diterjang badai fitnah ini. Fitnah akhwat itu datangnya beberapa detik saja namun melupakannya butuh waktu yang lama. Setan membisikanku untuk selalu memikirkan seorang akhwat yang aku cinta dan hampir setiap detik aku memikirkannya. Hampir di sekujur perjalanan hidupku selalu terisi oleh bayang-bayang akhwat itu. Seolah hidupku hanya untuk akhwat itu.


Kisah ini bermula ketika aku dan kawan-kawanku melakukan praktek . Ketika itu aku satu kelompok besar dengan seorang akhwat yang bisa dibilang cantik rupanya lagi taat beragama. Hati siapa yang tak ingin untuk menjadikannya sebagai seorang isteri. Hari pertama praktek belum ada rasa cinta, hari kedua dan ketiga mulailah muncul rasa cinta karena aku melakukan komunikasi dengan akhwat tersebut. Awalnya rasa cinta itu hanya setitik saja, namun karena kebodohanku yang mencoba iseng-iseng memikirkannya sebelum tidur membuatku semakin cinta kepadanya. Rasa cinta itu terus tumbuh dan tumbuh sehingga aku semakin cinta kepadanya. Aku mulai tersenyum kepadanya dan dia pun tersenyum kepadaku. Lalu setan membisikkan kepadaku bahwa dia mungkin mencintai aku. Aku amat bodoh dan aku percaya bisikan setan.

Ketika hari terakhir aku praktek , di perjalanan pulang aku terus menghayalkannya. Sepanjang malam perjalanan hanya dia saja yang terpikir. Hingga ketika sudah sampai ke rumah aku bercerita kepada adikku akan akhwat tersebut dan aku tunjukkan fotonya melalui akun elektroniknya. Hari demi hari aku semakin mencintainya. Hayalan demi hayalan mulai setan bangun dalam benakku. Mulai hayalan menikah dengannya, berumah tangga dengannya dan sebagainya.

Ketika itu beberapa hari menjelang Ramadhan, aku merasa cintaku kepada akhwat tersebut semakin menjadi-jadi, aku tak bisa melupakannya barang setitik. Aku mencoba dan mencoba melupakannya namun aku bodoh aku tetap mengikuti bisikan setan. Sehingga mengingat akhwat tersebut menjadi kebiasaanku dan menjadi kesenanganku. Ketika itu akhirnya Ramadhan datang, apa yang terjadi? Apa aku langsung bertobat dan melupakan akhwat tersebut ? Tidak, bahkan aku menyia-nyiakan waktu Ramadhanku untuk berfacebook ria dan riya, aku menulis status demi dilihat dan dilike si akhwat tersebut. Ramadhanku hancur, aku sedikit untuk berdzikir kepada Allah, Ya Allah ampunilah kebodohanku.

Ketika sahur aku tidak mengingat pahala sahur, aku tak banyak berdoa, aku hanya ingat akhwat itu, hanya akhwat itu, seolah dia ada di dekatku makan bersama dalam rumah tangga bersama anak-anak nantinya. Ketika puasa aku tidak memperbanyak dzikir, tidak memperbanyak shalat sunnah, melainkan hanya berbual dengan adikku mengenai akhwat itu, perbualannya hanya sama yaitu “nikah dengan akhwat itu”. Sungguh ini fitnah yang menerjang diriku.

Ketika di pertengahan bulan Ramadhan datanglah temanku dari ibu Kota Negara, dia datang untuk bersilaturahmi, dia bercanda ria denganku. Lalu aku bercerita mengenai karier cintaku, aku bilang kepadanya tentang seorang akhwat yang sholehah yang taat. Lalu dia menebak-nebak dan akhirnya tebakan itu benar bahwa aku suka akhwat itu. Lalu aku pura-pura bodoh saja, aku bilang tidak, tidak aku tidak suka. Lalu kawanku berkata, “ Ah dia itu cantik, si ****** aja suka”, lalu aku pun tersentak diam, aku kaget, aku punya saingan, ya maklumlah aku bukan pribadi yang suka bersaing, aku sangat benci persaingan.  Aku pun menangis dan menggalau seharian penuh.

Ramadhanku semakin hancur saja, aku semakin berbual dengan adikku mengenai akhwat itu, bualannya cuman satu tema yaitu “nikah” dengan akhwat itu. Ramadhan berakhir syawal bersemai, aku malah tambah cinta dengan akhwat itu, tiap detikku, tiap aliran darahku seolah terpikir akan akhwat itu. Bayangkan aku memikirkan dan mengharapkan sesama manusia, alangkah bodohnya aku, akhwat yang kupikirkan paling-paling tak tahu bahwa aku memikirkannya, sedangkan Allah apabila aku berdzikir kepadaNya dalam hatiku Dia Tahu dan Dia balas dengan rahmat dan pahalaNya yang melimpah. Ya Allah ampunilah aku….

Ketika itu perkuliahan akan dimulai, aku pergi ke kampus seminggu sebelum kuliah untuk mengurus adminsitrasi. Aku pergi ke masjid pusat untuk melihat dokumentasi kegiatan. Aku cemburu karena akhwat yang kucintai adalah aktivis sedangkan aku adalah pengangguran. Aku semakin khawatir kalau kalau si akhwat ini cinta dengan yang lainnya yang sesame aktivis. Aku khawatir dan semakin stress aja. Hidupku terasa tidak enak, aku ingin pindah aku ingin pindah, begitulah kebodohanku. Terlebih lagi ketika aku sedang melihat-lihat akun facebooknya, aku melihat dia merepost atau mensiarkan kembali artikel tentang menikah, aku semakin khawatir, jangan-jangan dia sudah menikah. Aku sedih dan hari yang cerah di mataku ibarat hari yang mendung.


Ketika perkuliahan awal tiba aku tidak semangat, tidak seperti biasanya. Hari-hari kuliahku diliputi kehawatiran dan kehawatiran. Ketika aku berjumpa akhwat itu, aku senang namun kekecewaan yang kudapatkan lebih besar, aku tidak tahu mengapa setiap melihatnya aku selalu dirundung sakit hati,namun aku bodoh, aku tidak segera bertaubat. Terlebih lagi ketika dia sedang ber-sms ria menggunakan hpnya, aku semakin tidak nikmat merasakan  hidup ini, aku tidak tenang, aku sedih dan aku galau. Pernah aku tidak bisa tidur semalaman karena aku melihat komentar seorang lelaki yang keren wajahnya pada foto akhwat itu di akun facebook akhwat tersebut,  sakit hatiku, aku ingin menangis, tak kuasa menahan perih.

Ketika itu aku mulai menjadi hamba yang amburadul. Aku sering melihat wajahku, aku merasa wajahku tidak tampan, aku merasa pasti akhwat itu tidak akan mencintaiku. Hingga-hingga aku menyesal dengan apa yang kumiliki. Hidupku tak tenang, terlebih lagi ketika aku melihat teman-teman di kelas akhwat tersebut banyak yang tampan.

Khayalan demi khayalan melandaku, aku menjadi jarang belajar, setiap malam aku hanya menggalau sambil mendengarkan lagu yang melalaikan. Inilah kebodohanku, jelaslah bahwa lagu amat melalaikan, aku tahu hukum lagu bahwa lagu tak boleh dalam Islam, namun aku terjebak dalam jeratan setan yang terkutuk. Lagu semakin banyak kudengar, aku jarang belajar, nilaiku hancur dan aku menjadi tak taat.

Ketika ujian tengah semester berlangsung, aku masih memikirkan akhwat tersebut bahkan sering mengkepo akun facebooknya, apa yang kudapatkan ? aku semakin menyesal dengan apa yang akhwat itu lakukan. Aku menyesal dengan apa yang Allah berikan kepadaku, aku menyesali semuanya. Aku hanya melihat wajahku, bagaimanakah aku. Alangkah bodohnya aku, aku tahu manusia ada kelebihan dan kekurangan, namun setan selalu membisikanku untuk mengeluh dengan kekurangan yang ada pada diriku. Ujian tengah semesterku pun hancur, tidak memuaskanku, ya ini karena kebodohanku.

Waktu demi waktu berjalan, aku mulai memperbaiki diri, aku mulai menenangkan diri dan berpikir jernih akan perjodohan. Aku yakin Allah lah yang memutarbalikkan hati. Hingga pada suatu malam aku merasakan ketenangan, aku merasakan nikmatnya berdzikir. Aku mulai berhenti mencintai akhwat itu setelah aku sadar bahwa status akhwat tersebut banyak dilike oleh laki-laki. Aku semakin tak tenang dan aku putuskan supaya hidupku tenang dan nyaman aku mahu berhenti mencintai akhwat itu.

Aku sadar bahwa selama ini aku mencintai akhwat tersebut bukan karena ketaatanya kepada Allah, namun karena nafsuku belaka. Hal itu terbukti ketika ada seorang akhwat yang lebih taat daripada akhwat tersebut  malah aku tidak mencintainya hanya karena kecantikan rupanya yang kurang. Padahal iman yang sesungguhnya adalah mencintai dan membenci karena Allah

Memang boleh mencintai wanita karena kecantikannya namun lihatlah dulu bagaimana agamanya. Akhirnya pada  suatu malam Allah menurunkan petunjukNya kepadaku sehingga aku tersadar dan merasakan ketenangan. Alangkah indahnya mencintai karena ketaatannya kepada Allah. Aku mengambil hikmah bahwa belum tentu apa yang kita inginkan bisa membuat kita bahagia, nikmatilah hidup ini, syukurilah apa yang ada pada hidup kita. Aku bertekad untuk mencari akhwat yang baik agamanya dan dalam mencintainya bisa membuatku tenang. Ketenangan adalah kenikmatan yang amat berharga, apalah daya apabila harta segunung namun hidup tak tenang barang setali kangkung.

Nah begitulah kisahnya kawan, bagaimana kisahnya ? menarik atau ngebosenin ? Ya silahkan dijawab. Hehehe… intinya mah jangan banyak berkhayal, jangan sering ngepoin facebook orang, dan pilihlah akhwat yang dalam mencintainya membuat hati kita tenang. Cerita ini memang benar nyata terjadi dari seseorang yang dirahasikan namanya. Ambil saja hikmah di balik cerita ini, semoga bermanfaat.
Allaahua’lam bis shawab.

sumber

Jumat, 20 Desember 2013

SALAAMUN QAULAN MIN RABBIN RAHIM (Rahasia dibalik Surat Yasin ayat ke 58)

 


RAHASIA SURAT YASSIN AYAT KE 58

Barang siapa yang membaca Surat YAASIN sepenuhnya dan pada ayat ke 58 surah tersebut 'SALAAMUN QAULAN MIN RABBIN RAHIM' diulang sebanyak 7 kali untuk 7 niat baik, In shaa ALLAH dengan izin Yang Maha Esa dan Maha Kuasa, semua hajat kita akan dikabulkan..

Jika boleh niatkan sebegini :

1) YA-ALLAH YA-RAHIM, ampunkan dosa-dosaku dan saudara-maraku..

2) YA-ALLAH YA-RAHMAN, kurniakan aku isteri, suami, anak-anak yang soleh dan mencintai islam.

3) YA-ALLAH YA-RAZZAK, kurniakan aku rezeki yang berkat, kerja yang baik dan berjaya didunia dan akhirat.

4) YA-ALLAH YA-JABBAR, makbulkan hajat penghantar maklumat yang aku dapat ini.

5) YA-ALLAH YA-MUTAQABBIR, jauhkan aku dari sifat khianat dan munafiq dan miskin.

6) YA-ALLAH YA-WADUUD, kurniakan aku dan seluruh umat Muhammad yang beriman kesihatan zahir batin.

7) YA-ALLAH YA-ZALJALA LIWAL IKRAM, makbulkanlah semua hajatku, dan redhaikanlah aku.

Aamiin Ya ALLAH..

Sampaikan dakwah ini kepada sahabat anda seramai orang yang boleh atau lebih, tiada kerugian bahkan digalakkan..

Ikhlaskanlah hatimu dalam menyampaikan dakwah ini karena ALLAH.

Sabtu, 16 November 2013

Bagipang Kesenian Khas Banjar

Asal Muasal Kuda Gipang Banjar

Kuda gipang Banjar nitu tamasuk kasanian banua Banjar nang maambil carita wayang Mahabrata, nang kisahnya, baupacara bakarasmin bakakawinan. Nang dikawinakan saikung Pandawa Lima, Bima lawan Dewi Arimbi, anak Sang Hiang Parabu Kisa, asal Nagara Sura Paringgadani.

Wadah patataian pangantin Bima lawan Dewi Arimbi nitu diulahakan Balai Sakadumas, diramiakan tuntunan tatarian lawan gagamalan nang bangaran tapung tali, luntang, kijik, kudak, lagurih lawan parabangsa.

Gagamalannya wayah dahulu ada kulung-kulung, babun lawan agung. Wayah hini sarun, daun lawan kanung. Manurut kisah, kuda gipang nang dipimpin ulih sikung raja, baisi anak buahnya nang bangaran Raden Arimba, Braja Kangkapa, Braja Santika, Braja Musti, Braja Sangatan, Braja Danta, ditambah lawan bubuhan punggawa lainnya. Samunyaan pasukan nitu sampai sapuluh atawa labih bubuhan prajurit anak buahnya.
Kuda-kudanya kada hingkat ditunggang. Sababnya raja nitu urang nang sakti. Amun kudanya ditunggang, maka kuda nitu jadi rabah sampai lumpuh. Asal usulnya tapaksa kuda nitu dikapit di bawah katiak, ada kisahnya pada wayah dahulu. Dangarakan kisahnya.
Nagara Dipa nang rajanya bangaran Pangeran Suryanata nitu sudah katahuani urang sampai ka mana-mana. Urang nagri Cina nang jauh nitu gin sudah tahu jua, salawas Ampu Jatmika minta diulahakan patung gangsa gasan diandak di Nagara Dipa. Wayah nitu disuruh Wiramartas maurus pasanan baulah patung gangsa ka nagri Cina.

Mangkubumi Lambung Mangkurat sudah takanal banar jua, sampai kaluar banua. Urang mandangar Lambung Mangkurat nitu mangkubumi karajaan Nagara Dipa nang paling wani, gagah, taguh, dihurmati ulih samunyaan urang.
Karajaan Majapahit nang ada di Jawa sudah lawas jua ada bahubungan lawan Nagara Dipa. Malahan bahubungan nitu tamasuk tutus rajanya, nang asal usulnya Pangeran Suryanata nitu anak tapaan raja Majapahit.

Pada suati hari, Lambung Mangkurat dapat undangan tumatan raja Majapahit di jawa. Maksudnya maundang gasan marakatakan hubungan karajaan Majapahit lawan karajaan Nagara Dipa.
Wayya ari nang ditantuakan nitu, maka barangkat, tulakan Lambung Mangkurat mambawa kapal si Parabayaksa, kapal karajaan nagara Dipa nang ganal nitu.

Limbah Lambung Mangkurat malapur lawan raja Pangeran Suryanata, kapal nitu balayar manuju pulau Jawa. Umpat jua di situ hulubalang Arya Magatsari lawan Tumanggung Tatahjiwa. Kada tatinggal bubuhan pangawal kaamanan Singabana, Singantaka, Singapati lawan anak buah kapal si Parabayaksa.
Salawasan dalam parjalanan di Laut Jawa, kapal karajaan nitu balayar laju, kadada halangan nangapa-apa. Samunyaan anak buah kapal bagawi raji nang dituhai ulih juragaan.

Kada lawas kapal si Parabayaksa nitu parak sudah lawan palabuhan karajaan Majapahit. Raja Majapahit nang mandangar kapal datang tumatan di Nagara Dipa, lakas mamarintahakan manyiapakan sambutan. Inya tahu di kapal nitu musti ada Lambung Mangkurat nang diundangnya.
Kadatangan Lambung Mangkurat ka karajaan Majapahit nitu tarus dipapak ulih Gajah Mada di kapal si Parabayaksa, balalu dibawa ka istana karajaan Majapahit.

Raja Majapahit duduk di Sitiluhur nang dikulilingi ulih pangapitnya. Lambung Mangkuratduduk di Rancak Suci, nang pangawalnya duduk di balakang. Raja Majapahit suka bangat manyambut Lambung Mangkurat. Inya mangiau “paman” lawan Lambung Mangkurat. Wayah nitu Lambung Mangkurat bujur-bujur kaliatan gagah nang raja Majapahit nitu mahurmatinya.

Lambung Mangkurat manyampaiakan salam kahurmatan raja Nagara Dipa Pangeran Suryanata lawan raja Majapahit, balalu manyampaiakan tanda mata talu bigi intan lawan raja Majapahit nitu. Raja Majapahit suka bangat inya manarima tanda mata intan.

Wayah nitu, sudah pitung hari, Lambung Mangkurat, bubuhan hulubalang lawan pangawal kaamanan Singabana jadi tamu kahurmatan di karajaan Majapahit. Bubuhannya maliat-liat isi karajaan, istananya, maliat kaahlian prajurit-prajurit, lawan pasukan kaamanan karajaan nitu. Bubuhannya jua dibari makan nginum karajaan.

Limbah sudah puas di karajaan Majapahit nitu, Lambung Mangkurat sabarataan handak bulikan ka banua Nagara Dipa. Wayah malamnya, ulih raja Majapahit diadakan tuntunan kasanian gasan mahibur Lambung Mangkurat lawan bubuhannya nang cagar bulikan ka banua asal di subarang.

Isuk baisukannya Lambung Mangkurat dibari tanda mata ulih raja Majapahit saikung kuda putih nang tinggi lawan ganal-ganalnya. Kuda nitu gagah, bigas, ujar tu tamasuk kuda nang paling harat di karajaan Majapahit.
Lambung Mangkurat manarima kuda nitu suka bangat, balalu tarus dibawa kaluar halaman istana. Wayah hnadak dibawa ampah ka kapal si Parabayaksa, hulubalang Tumanggung Tatahjiwa baucap:
“Bapa Lambung Mangkurat! Kaya apa amun kuda pambarian raja naya ditunggang dahulu, nyaman kaliatan kaharatannya”.

“Bujur jua”, dalam hati Lambung Mangkurat.
Limbah Lambung Mangkurat duduk di atas balakang kuda putih nitu, sakalinya kuda pambarian raja nitu rabah, inya lumpuh, sampai talipat batisnya ka tanah.

Lambung Mangkurat, hulubalang Arya Magatsari,Tuamnggung Tatahjiwa lawan bubuhan Singabana takajut, hiran bangat limbah maliat kuda nitu lumpuh. Padahal dipadahakan kuda nitu harat, gagah lawan bigas-bigasnya.

“Kita hadangi satumat. Kaina ditunggang pulang”, ujar hulubalang Arya Magatsari. Bujur jua, limbah dihadangi satumat, Lambung Mangkurat manunggang pulang kuda nitu. Kada dikira, kuda nang ganal nitu lumpuh pulang. Bubuhannya barataan nang ada disitu hiran pulang maliat kuda nitu lumpuh.
“Amun kaya nitu kuda naya dicuba ditunggang talu kali, tagal kita hadangi talawasi pada nang tadahulu”, ujar hulubaalang tumanggung tatahjiwa.

Bubuhannya banarai dahulu sambil mamusut-mamusut gulu lawan kapal kuda nitu. Kada lawas limbah nitu Lambung Mangkurat balalu baluncat naik ka atas blakang kuda. Babayanya Lambung Mangkurat duduk di atas balakang kuda nitu, inya lumpuh pulang. Sakali naya kaampat batis kuda nitu talipat sampai ka tanah. Lambung Mangkurat lawan bubuhannya nang disitu jadi hiran bangat. Padahal ujar habar kuda nitu harat bangat.

Lambung Mangkurat jadi asa kasina limbah maliat kuda nitu lumpuh. Apalagi limbah ditariknya tali hidung kuda nitu, kuda nitu kada kawa bajalan.

“Kaya apa pikiran?”, ujar hulubalang Arya Magatsari.
“Amun kuda naya kita bulikakan ka karajaan Majapahit kaya apa?”, ujar saikung angguta Singabana.
“Jangan! Nitu artinya kita kada mahurmati pambarian raja Majapahit”, ujar nang saikung angguta Singabana.
“Jangan! Nitu artinya kita kada mahurmati pambarian raja Majapahit”, ujar hulubalang Tumanggung Tatahjiwa.

“Bujur!”, ujar Lambung Mangkurat manyahuti.
“Nang kaya apa haja jadinya, kuda naya musti kita bawa bulik ka banua kita nGara Dipa. Sabab kuda naya pambarian kahurmatan”, ujar Lambung Mangkurat manambahi.

Barataan nang ada di situ pina bingung. Tagal Lambung Mangkurat haja nang kada bingung. Inya balalu duduk di tanah mahadapi matahari hidup. Kadua balah batisnya basila. Kadua balah tangannya diandaknya di atas paha. Balalu inya mamicingakan matanya sambil mambaca mantra. Lawas inya baparigal kaya nitu, balalu inya badiri, matanya nyarak, kaliatan pina batambah bigas, batambah sumangat nang luar biasa. Lambung Mangkurat sakalinya mangaluarakan kasaktiannya. Dasar bujur-bujur inya urang nang sakti. Limbah nitu, kada kaya paribasa, kuda nitu diangkatnya, dikapitnya di bawah katiaknya tangan nang subalah kanan.

Awak Lambung Mangkurat nang tinggi lawan ganal-ganalnya nitu pina hampul haja maangkat kuda putih nitu, tarus dibawahnya masuk ka dalam kapal si Parabayaksa.
Hulubalang lawan sabarataan nang ada disitu jadi tacaragal maliat kaharatan Lambung Mangkurat nang maangkat kuda pambarian raja Majapahit nitu. Balum biasa bubuhannya maliat Lambung Mangkurat nang hingkat maangkat kuda macam nitu.

Kada lawas limbah nitu, kapal si Parabayaksa balalu balayar mambawa Lambung Mangkurat, hulubalang, bubuhan pangawal kaamanan lawan sabarataan anak buah. Kapal ganal nitu sing lajuan manuju ampah karajaan Nagara Dipa.

Bubuhan kulawarga karajaan Nagara Dipa nang ada di banua, suka bangat manyambut kadatangan kapal si Parabayaksa nang dipimpin ulih Lambung Mangkurat nitu. Apalagi limbah mandangar ada kuda gagah pambarian raja Majapahit nang diangkat ulih Lambung Mangkurat.

Kuda pambarian raja, kuda putih nang gagah, tinggi lawan ganal-ganalnya nitu diharagu di karajaan Nagara Dipa. Limbah nitu, kada lawas, balalu diadaakan kasanian kuda gipang Banjar nang kudanya diigalakan, dikapit bawah katiak sampai wayah hini.

Jumat, 15 November 2013

Empat Malaikat Ini Menjaga Orang Ketika Sakit



 
SEORANG artis di sebuah perhelatan kontes nyanyi mengatakan bahwa “sakit itu tidak profesional.” Well, berlepas dari bahwa kita dilingkupi berbagai pekerjaan dan kegiatan lainnya, sakit adalah sunatullah, ketentuan dari Allah swt yang ditimpakan pada manusia.

Memang betul, tidak ada yang menginginkan jadi sakit. Tapi dalam Islam, seperti kita tahu, ada banyak hal yang tersembunyi di balik kondisi itu.

Kalau kita tahu sebenarnya tak ada alasan untuk sedih dan mengeluh saat kita sakit, karena sebenarnya itu adalah kasih sayang Allah swt pada kita. Kita mengeluh saat sakit karena kita tak tahu rahasianya. Sakit, dalam bentuknya yang lain, itu harus disyukuri karena itu adalah bukti kasih sayang Allah pada kita. Allah mengutus 4 malaikat untuk selalu menjaga kita dalam sakit.

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seorang hamba yang beriman menderita sakit, maka Allah memerintahkan kepada para malaikat agar menulis perbuatan yang terbaik yang dikerjakan hamba mukmin itu pada saat sehat dan pada saat waktu senangnya.”

Ujaran Rasulullah SAW tsb diriwayatkan oleh Abu Imamah al Bahili. Dalam hadist yang lain Rasulullah bersabda :

“Apabila seorang hamba mukmin sakit, maka Allah mengutus 4 malaikat untuk datang padanya.”

Allah memerintahkan :

1. Malaikat pertama untuk mengambil kekuatannya sehingga menjadi lemah.

2. Malaikat kedua untuk mengambil rasa lezatnya makanan dari mulutnya

3. Malaikat ketiga untuk mengambil cahaya terang di wajahnya sehingga berubahlah wajah si sakit menjadi pucat pasi.

4. Malaikat keempat untuk mengambil semua dosanya , maka berubahlah si sakit menjadi suci dari dosa.

Tatkala Allah akan menyembuhkan hamba mukmin itu, Allah memerintahkan kepada malaikat 1, 2 dan 3 untuk mengembalikan kekuatannya, rasa lezat, dan cahaya di wajah sang hamba.

Namun untuk malaikat ke 4 , Allah tidak memerintahkan untuk mengembalikan dosa-dosanya kepada hamba mukmin. Maka bersujudlah para malaikat itu kepada Allah seraya berkata : “Ya Allah mengapa dosa-dosa ini tidak Engkau kembalikan?”

Allah menjawab: “Tidak baik bagi kemuliaan-Ku jika Aku mengembalikan dosa-dosanya setelah Aku menyulitkan keadaan dirinya ketika sakit. Pergilah dan buanglah dosa-dosa tersebut ke dalam laut.”

Dengan ini, maka kelak si sakit itu berangkat ke alam akhirat dan keluar dari dunia dalam keadaan suci dari dosa sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Sakit panas dalam sehari semalam, dapat menghilangkan dosa selama setahun.”

“Tiada seorang mu’min yang ditimpa oleh lelah atau pe­nyakit, atau risau fikiran atau sedih hati, sampaipun jika terkena duri, melainkan semua penderitaan itu akan di­jadikan penebus dosanya oleh Allah,” (HR Bukhari-Muslim).

“Jika sakit seorang hamba hingga tiga hari, maka keluar dari dosa-dosanya sebagaimana keadaannya ketika baru lahir dari kandungan ibunya,” (HR Ath-Thabarani).

“Penyakit panas itu menjaga tiap mu’min dari neraka, dan panas semalam cukup dapat menebus dosa setahun,” (HR Al-Qadha’i)




Bentuk Rupa Wajah Imam Mahdi

 

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:
الْمَهْدِيُّ مِنِّي، أَجْلَى الْجَبْهَةِ أَقْنَى اْلأَنْفِ، يَمْلَأُ اْلأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا يَمْلِكُ سَبْعَ سِنِيْنَ
Al-Mahdi dariku, dahinya lebar, hidungnya mancung, memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana (sebelumnya) telah dipenuhi dengan kedzaliman, berkuasa selama 7 tahun.” (Hasan, HR. Abu Dawud no. 4285 dan ini lafadznya, Ibnu Majah no. 4083, At-Tirmidzi, Kitabul Fitan Bab Ma Ja`a Fil Mahdi no. 2232, Ibnu Hibban no. 6823, 6826 dan Al-Hakim no. 8733, 8734, 8737)

Di antara sifat fisik Imam Mahdi adalah sebagaimana disebutkan dalam riwayat Abu Dawud (no. 4285) dan yang antara lain:

أَجْلَى الْجَبْهَةِ Artinya, “Tersingkap rambutnya dari arah kepala bagian depan,” atau “Dahinya lebar.”
أَقْنَى اْلأَنْفِ “Hidungnya mancung, ujungnya tajam, bagian tengahnya agak naik.”
Al-Qari mengatakan: “Maksudnya, beliau tidak pesek, karena yang demikian adalah bentuk yang tidak disukai.”
Sumber

Alquran @ HamdaniSekumpul