Pages

Ads 468x60px

Foto Ribuan Jemaah Haul Guru Sekumpul Ke 7

MARTAPURA - Ratusan ribu warga dari segala penjuru Kalimantan Selatan memadati kawasan Sekumpul Martapura Kabupaten Banjar. Warga berduyun-duyun datang sejak siang hari sampai dengan sore hanya untuk mengikuti acara haul ke-7 Al Alimul Allamah Al Arif Billah Albahrul Ulum Al Waliy Qutb As Syeikh Al Mukarram Maulana H Muhammad Zaini bin H Abdul Ghani atau Guru Sekumpul, Minggu (27/5) sekitar pukul 18. 30 WITA.














Acara haul ini juga dihadiri beberapa pejabat dan pengusaha seperti Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Arifin, Bupati Banjar Pangeran Khairul Saleh, Aburizal Bakrie, Sulaiman HB. Sedangkan kedua anak almarhum yakni Muhammad Amin Badali dan Ahmad Hafi Badali duduk di tengah-tengah musala Ar Raudah dan dikelilingi ribuan jamaah. hamdanisekumpul.blogspot.com

Kaligrafi Terpanjang 720 Meter


Semarang Kaligrafi hasil karya murid SMK 2 Semarang memecahkan rekor Muri Kaligrafi terpanjang, 720 meter dan terbuat dari pelepah pisang. Ayat Alquran yang tercantum dalam kaligrafi tersebut adalah surat Al-Baqarah ayat 1-286.

"Kami memilih surat tersebut karena merupakan surat dengan ayat terpanjang dan mengangkat soal lingkungan hidup," kata kepala Sekolah SMK 2 Semarang, Suprianto, di SMK 2 Semarang, Jalan Dr Cipto, Semarang, Sabtu (12/5/2012).

"Kami memanfaatkan pelepah pisang karena selama ini kami melihatnya berserakan di belakang sekolahan tanpa manfaat," imbuhnya.

Tidak hanya pelepah pisang, Kaligrafi yang dibuat oleh seluruh murid kelas X dan sebagian kelas XI tersebut juga memanfaatkan kulit bawang sebagai background kaligrafi.

"Kaligrafi dibuat oleh 720 murid di mana masing-masing murid membuat satu potong ayat sepanjang satu meter," ungkap Kepsek.

Kaligrafi-kaligrafi yang berupa potongan surat Al-Baqarah tersebut ditata di depan koridor kelas, lapangan, bahkan beberapa ada yang ditumpuk agar menghemat tempat.

Sementara itu Maryati, guru agama sekaligus pencetus pemecahan rekor tersebut mengatakan, dalam proses pembuatannya, para murid diawasi oleh guru agama dan bahkan sempat dikoreksi oleh Departemen Agama.

"Karena ini ayat suci Alquran, kami tidak bisa main-main," katanya.

Membutuhkan waktu kurang lebih dua bulan dari perencanaan dan pembuatan kaligrafi terpanjang itu. Waktu yang paling lama dibutuhkan adalah untuk menempelkan pelepah pisang.

"Susah nempel pelepahnya, menggunting bentuk pelepahnya, terus nyiapin triplek dan lem kanji. Butuh seminggu lebih. Belum lagi kita harus mengeringkan pelepahnya selama dua sampai tiga hari," kata murid kelas X jurusan Akuntansi, Risky Nur Setiami.

"Kami juga diharuskan mengulang kalau ada tulisan arab yang salah," imbuh Risky.

Kepsek juga mengatakan bahwa kegiatan pemecahan rekor tersebut bertujuan untuk membekali para siswanya dengan keahlian membuat kaligrafi yang bisa dimanfaatkan jika sudah lulus dari sekolah. Sementara itu rencananya kaligrafi akan dijual ke masyarakat yang berminat.

"Seperti yang telah kita lakukan pada tahun 2009 saat memecahkan rekor lukisan terbanyak, 1.040 lukisan dari pelepah pisang. Kami menjualnya dan Alhamdulillah laku," pungkas Kepsek. Sumber

Kaligrafi Unik Dari Kulit Telur



http://imagehost.ngobrolaja.com/files/teambestjob/kaligrafi10aresize.gif


Dengan bermodal kulit telur, seorang pria di Jakarta Timur dapat menghasilkan kaligrafi yang menawan. Kaligrafi tersbut, memiliki hasil karya seni bernilai tinggi. Siapa yang sangka, kulit telur yang sudah tidak terpakai, namun dapat di jadikan hasil karya seni yang tinggi pada kaligrafi tersebut. Cahyudi Susanto yang kerap kali di panggil dengan nama yudi. Yudi inilah yang membuat kulit telur menjadikan hasil karya seni bernilai tinggi.


Menurut Yudi, proses membuat kaligrafi dengan bahan daur ulang ini sangat sederhana. Terlebih dahulu kulit telur dikumpulkan. Untuk urusan yang satu ini Yudi tak memiliki masalah karena tetangga di sekitar rumahnya siap memasok kebutuhan akan kulit telur yang tak terpakai. Bahan ini kemudian dibersihkan dengan deterjen dan diambil kulit arinya untuk kemudian dikeringkan.



http://i686.photobucket.com/albums/vv230/abd-rahman/ba-1-1.jpg

Proses pembuatan sendiri dimulai dengan memberi lem pada kulit telur dan ditempelkan sesuai pola yang sudah dibuat. Setelah kering baru ditambahkan warna lain agar nampak bagus. Dan jadilah sebuah kaligrafi yang indah dan sepintas tak membuat orang berpikir terbuat dari kulit telur.

Prospek kaligrafi dengan bahan terbuang ini menurut Yudi lumayan bagus. "Sekarang kan eranya go green dimana orang lebih suka menikmati karya dari bahan daur ulang," jelasnya. Karena itu, tak heran ada empat galeri yang kini menampung karyanya. Yudi juga memasarkan secara online dengan harapan orang luar ikut tertarik dengan karyanya. 

 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiN0pQguowGYv5cknsl81G2yiz3J5hNEDl4E6qr6AyORR5NmaplpDylcfHi5vb5lPYtNT_pW2PSdH8LD63vhD3Xd_FwDAsxzfokYFZ_8L3P0aEZAY-fCchVCvNg1fNEUYToxY1iDOUXZAo/s1600/24849_106341489392052_100000486047606_166659_1169556_n.jpg

sumber