English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sabtu, 19 Mei 2012

Tips Menghadapi Ujian di Dalam Islam

Segala puji (dengan cinta dan pengagungan) hanya milik Allah ta’ala, shalawat serta salam bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bagi keluarganya dan para pengikutnya.
Seorang pelajar muslim sudah sepatutnya bertawakal kepada Allah ketika menghadapi ujian, dan ia pun mengharapkan pertolongan-Nya sambil berusaha sesuai dengan cara-cara yang telah dituntunkan, sesuai dengan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada seorang mukmin yang lemah, namun pada keduanya terdapat kebaikan. Bersemangatlah untuk meraih apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan bersikap lemah.” (HR. Muslim No. 2664)
Cara-cara tersebut antara lain:
1.      Berdoa kepada Allah sesuai dengan tuntunan Islam, seperti mengucapkan:
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي
Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii
(Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku)
2.      Membiasakan tidur awal waktu dan pergi menuju tempat ujian dengan tepat waktu.
3.  Menyiapkan segala perlengkapan yang diperlukan atau diperbolehkan, seperti pulpen, penggaris, penggaris siku, kalkulator, dan jam tangan, karena dengan persiapan yang matang akan membantu seseorang menjawab pertanyaan.
4.   Membaca do’a keluar rumah:
بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Bismillahi tawakkaltu ‘alaallahi laa haula wa laa quwwata illa billah
(Dengan nama Allah aku bertawakal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan izin Allah)
اللَّهُمَّ أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ
“Allahumma a’udzu bika an adhilla aw udhalla, aw azilla aw uzalla, aw azhlima aw uzhlama, aw ajhala aw yujhala ‘alayya
 (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tersesat atau disesatkan, tergelincir atau digelincirkan, menzhalimi atau dizhalimi, dan membodohi atau dibodohi).”
Jangan lupa meminta restu dari kedua orang tua, karena do’a mereka untukmu dikabulkan.
5. Menyebut nama Allah sebelum memulai. Menyebut nama Allah disyari’atkan ketika memulai kegiatan-kegiatan yang diperbolehkan. Hal ini akan membawa berkah, dan mencari pertolongan Allah adalah salah satu makna dari kekuatan.
6. Takutlah kepada Allah mengenai teman sekelasmu, dan jangan terpengaruh oleh kecemasan atau ketakutan mereka sebelum ujian. Kecemasan merupakan penyakit yang menular. Sebaliknya, buat mereka merasa optimis dengan mengucapkan kata-kata yang baik seperti yang dituntunkan dalam Islam. Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam merasa optimis ketika ia mendengar nama Suhayl (artinya “Mudah”) dan ia bersabda: “Semua hal telah dijadikan mudah untukmu.” Ia senang mendengar kata “Yaa Rashid” ketika ia pergi untuk suatu tujuan. Maka optimislah kamu dan teman-temanmu akan lulus ujian.
7.  Mengingat Allah (Dzikir) menghilangkan semua kecemasan dan ketegangan. Jika suatu hal terlalu sulit bagimu maka mohonlah pada Allah untuk membuatnya menjadi mudah bagimu. Kapanpun Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah menemukan sesuatu yang terlalu sulit untuk dimengerti, dia akan mengatakan, “Engkau yang telah mengajarkan Ibrahim, ajarilah aku. Engkau yang menjadikan Sulaiman mengerti, jadikanlah saya mengerti.”
8. Jika memungkinkan, pilihlah tempat duduk yang baik selama ujian.  Jaga tulang belakangmu tetap lurus, dan duduk di kursi dengan posisi yang sehat.
9. Pertama-tama lihat keseluruhan soal ujian terlebih dahulu. Studi menyarankan menghabiskan 10% dari waktu ujian untuk membaca soal dengan seksama, mencatat kata-kata yang penting, dan melakukan pembagian waktu untuk masing-masing soal.
10.Rencanakan untuk menjawab soal yang mudah dulu, kemudian yang susah. Sambil membaca pertanyaan, tulis catatan atau ide-ide yang dapat digunakan untuk menjawab soal nantinya.
11.   Jawab pertanyaan berdasarkan tingkat kepentingan soal.
12.Mulai dengan menjawab soal-soal mudah yang kamu ketahui. Kemudian kerjakan soal-soal yang memiliki bobot nilai tinggi, dan akhirkan soal yang kamu tidak ketahui jawabannya, atau yang membutuhkan waktu lama untuk menjawabnya, atau yang memiliki bobot nilai yang tidak terlalu besar.
13.Jangan terburu-buru mengerjakan soal, seperti hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Sifat perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat ingin tergesa-gesa itu berasal dari setan.” (Hadits Hasan, Shahihul Jami’ 3011)
14.   Pikirkan dengan hati-hati jawaban dan pilihlah jawaban yang benar ketika menjawab soal pilihan ganda. Berikut cara menghadapi soal-soal jenis tersebut. Jika kamu yakin telah memilih jawaban yang benar, maka waspadalah terhadap was-was (bisikan dari setan). Jika kamu tidak yakin, maka mulailah dengan mengeliminasi jawaban yang salah atau tidak mungkin, kemudian pilihlah jawaban yang benar berdasarkan jawaban yang kamu pikir paling mungkin. Jika kamu telah memilih satu jawaban, maka jangan mengubahnya kecuali kamu yakin jawabanmu salah (terutama jika terdapat pengurangan nilai untuk jawaban yang salah). Penelitian menunjukkan bahwa jawaban yang benar biasanya merupakan jawaban pertama yang seseorang pikirkan.
15.Pada tes tertulis, kumpulkan pikiranmu sebelum mulai menjawab. Tulis kerangka jawabanmu dengan beberapa kata yang akan kamu diskusikan. Kemudian berilah urutan untuk ide-idemu sesuai dengan urutan yang akan kamu tuliskan.
16.  Tulis pikiran pokok dari jawabanmu pada kalimat pertama, karena inilah yang pemeriksa cari, dan dia mungkin tidak dapat menemukannya jika pikiran pokok tersebut terletak di tengah halaman sedangkan ia sedang terburu-buru.
17.Sediakan 10% waktu untuk mereview jawaban-jawabanmu. Beri cukup waktu untuk mereview, terutama pada soal-soal matematika atau soal-soal yang menggunakan angka. Tahan keinginan untuk menyerahkan kertas ujian dengan cepat, dan jangan hiraukan orang yang pergi lebih dahulu dari kamu. Mereka mungkin termasuk orang-orang yang menyerahkan kertas ujian mereka terlalu awal.
18.Jika setelah selesai ujian kamu menemukan bahwa kamu menjawab beberapa pertanyaan dengan salah, maka jadikanlah itu sebagai pelajaran tentang pentingnya persiapan yang matang di kemudian hari, dan tidak terburu-buru mengerjakan pertanyaan. Terima kehendak dan ketetapan Allah dan jangan menjadi frustasi dan putus asa. Ingat sebuah hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Qadarullah, wa maa syaa’a fa’al’ (Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi). Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu syaithon.” (Shahih Muslim, dan bagian pertama dari hadits ini telah disebutkan di atas).
19.Ketahuilah bahwa menyontek itu haram baik dilakukan saat tes Bahasa Asing ataupun saat tes lainnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Barangsiapa menipu, maka dia bukan termasuk golongan kami” (HR. Muslim no. 102).
Menyontek merupakan kemaksiatan dan berarti haram dilakukan untuk mendapatkan gelar atau sertifikat, atau yang lainnya. Kamu tidak berhak mendapatkan semua itu. Semua sepakat bahwa menyontek adalah salah satu bentuk kerjasama dalam dosa dan maksiat. Maka lakukan ujian tanpa berbuat sesuatu yang haram, dan Allah akan mencukupimu dengan rahmat-Nya. Tolaklah semua tawaran yang haram yang datang padamu. Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik. Kamu harus mengecam dan menentang tindakan kecurangan, dan beri tahu panitia ujian hal-hal seperti itu yang kamu lihat selama, sebelum, atau sesudah ujian berlangsung. Hal ini bukan merupakan fitnah, akan tetapi ini merupakan tindakan mengecam kejahatan (nahi munkar) yang wajib dilakukan.
Nasehati mereka yang menjual atau membeli soal ujian, memposting soal ujian di internet, atau mereka yang mempersiapkan catatan untuk contekan. Katakan pada mereka untuk takut kepada Allah, dan beri tahu mereka tentang hukum perbuatan mereka dan uang yang mereka peroleh dari perbuatan tersebut. Beri tahu mereka bahwa waktu yang mereka habiskan untuk mempersiapkan hal-hal haram tersebut, jika mereka habiskan untuk belajar, atau menjawab soal-soal ujian yang sebelumnya, atau saling membantu satu sama lain untuk memahami pelajaran sebelum ujian, hal tersebut tentu lebih baik dibandingkan melakukan hal-hal haram tersebut.
20. Ingatlah apa yang harus kamu siapkan untuk hari kiamat, dan pertanyaan-pertanyaan di dalam kubur, dan bagaimana agar selamat di hari kebangkitan. Barangsiapa yang selamat dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh dia telah memperoleh kesuksesan.
Kita memohon kepada Allah agar menjadikan kita sukses di dunia dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang memperoleh kemenangan dan diselamatkan di akhirat kelak, karena Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa.
Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid
Sumber@
Diselesaikan menjelang Dzuhur, 26 Dulqo’dah 1432 H, 24 Oktober 2011, @Perpustakaan FK UGM
artikel rahadianfaisal.blogspot.com dipublikasi ulang di islamituindah dan dimuat kembali di hamdanisekumpul 

Reactions:

0 comments:

Poskan Komentar

Assalamualaikum.. Temen2 jangan lupa Komentar na ^_^

Alquran @ HamdaniSekumpul