Mengejar
penampilan jasmani tidak disalahkan dalam agama. Selain merupakan
fitrah yang manusiawi, Allah SWT pun menyenangi hambanya yang
memerhatikan penampilan karena Ia Mahaindah dan mencintai keindahan.
Hanya
saja, penampilan fisik ini bukanlah segala-galanya. Kecantikan fisik
bisa memudar seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya usia.
Maka, ada satu hal yang akan menjaga nilai kecantikan ini agar tidak
pernah sirna, yaitu menghidupkan kecantikan rohani yang bersumber dari
relung kesalehan hati.
Seluruh pikiran, perkataan, dan perbuatan adalah
buah akhlak yang dikendalikan oleh hati. Ketika seorang Muslim memahami
hakikat hidup di dunia, hatinya akan segera bertindak untuk
mempercantik diri dengan akhlak mulia sesuai tuntunan Rasulullah serta
mencampakkan tindakan tercela berupa syirik, iri, dengki, dan takabur.
Untuk
menghadirkan kecantikan rohani, kaum Muslim tidak perlu merogoh uang
saku yang banyak untuk perawatan. Hanya perlu memperbanyak amal saleh
dan menjauhi segala bentuk perbuatan maksiat dan menggantinya dengan
dzikir pada Allah SWT.
Suatu ketika Ibnu Abbas mengatakan,
''Sesungguhnya amal kebaikan itu akan memancarkan cahaya dalam hati,
membersitkan sinar pada wajah, kekuatan pada tubuh, kelimpahan dalam
rezeki, dan menumbuhkan rasa cinta di hati manusia kepadanya.''
Apabila
kita telah tersadar untuk mempercantik diri secara lahiriah dengan
busana dan perawatan tubuh yang sesuai dengan aturan Allah SWT, mari
kita sempurnakan dengan mempercantik mata hati kita agar lebih dicintai
Allah SWT dan seluruh makhluknya.
Sumber
No comments:
Post a Comment
Assalamualaikum.. Temen2 jangan lupa Komentar na ^_^